Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam Perusahaan
Penerapan Good
Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan baik perusahaan yang berskala
besar maupun menengah dalam menerapkan konsep GCG hampir sama meskipun
pelaksanaannya berbeda-beda. Penerapan Good
Corporate Governance sangat berkaitan dengan penyaluran atau distribusi dan
bertanggung jawab dalam menyelesaikannya serta mengenai konsekuensi dan
akuntabilitas pada performance dalam
pencapaian perusahaan. Tata kelola perusahaan yang baik dapat meningkatkan
kinerja perusahaan dan memperoleh nilai ekonomi yang jangka panjang baik nanti
bagi para investor dan pemangku kepentingan (stakeholder).
Tujuan diterapkan Good
Corporate Governance (GCG) ini untuk mengatur hubungan-hubungan dalam
mencegah terjadinya kesalahan yang dapat
terjadi dilingkungan perusahaan dan juga sebagai strategi untuk meminimalisir
terjadinya kesalahan dan berusaha untuk memastikan bahwa kesalahan tersebut
dapat diperbaiki dengan sesegera mungkin. Good
Corporate Governance ini mempunyai lima prinsip yang secara umum diterapkan dalam perusahaan
yaitu transparency, accountability, responsibility, independency,
dan fairness.
Penerapan Good Corporate Governance berkaitan dengan perusahaan-perusahaan yang telah
menerapkan sistem ekonomi modern, dengan karakteristik dan spesifikasi tertentu
dalam perusahaan, diantarnya sebagai berikut:
1. Harus memiliki izin
Izin beroperasi sebagai dasar dari sistem ekonomi modern
yang bertujuan untuk bersaing dalam menyediakan barang dan jasa kepada
pelanggan yang bersedia untuk membayar. Perusahaan tidak menghindari dampak
sosial dan lingkungan sebagai efek samping dari aktivitas yang perusahaan
lakukan.
2. Keuntungan (Profit)
Keuntungan ini menjadi tolak ukur dari kesuksesan dan
ketahanan hidup dari perusahaan yang modern. Nilai tambah keuangan perusahaan terdiri
dari perbedaan antara biaya yang dikeluarkan dan pencapaian pendapatan
perusahaan.
3. Korporasi
Korporasi ini sebagai hirarki perusahaan yang dapat
terjadi pada tingkatannya seperti jumlah pegawai, wewenang dan lainnya, namun
selalu memiliki posisi puncak yang dapat teridentifikasi.
4. Penjelasan para peneliti
Para pakar mengungkapkan bahwa dalam suatu perusahaan
didasarkan pada hak-hak atas kekayaannya, bukan pada asas demokrasi seperti
“one vote one person”.
Berdasarkan penerapannya dalam perusahaan maka sistem ini
memiliki tanggung jawab (responsible) dan
mampu mempertanggung jawabkan (accountable) pada keputusan perusahaan yang
telah diambil. Prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk menggaransikan
pertanggung jawaban untuk menggunakan wewenang dan menghormati keputusan yang
telah dibuat oleh orang lain dan mempunyai kepentingan sendiri-sendiri.



Komentar
Posting Komentar