Mengenal Karakter Generasi Untuk Mengetahui Kepribadian Antar Tim
Berbicara mengenai generasi, tentu generasi saat inilah
yang memiliki karakter yang berbeda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor
termasuk lingkungan di sekitar mereka sehingga membentuk kepribadian
tersendiri. Seiring berjalannya waktu, terbentuklah generasi baru, seperti
istilah generasi Baby Boomers, X, Y, Z dan Alpha. Istilah-istilah ini
menggambarkan pengelompokan manusia berdasarkan generasi kelahirannya.
Berikut karakteristik generasi yang perlu diketahui untuk
mengetahui Kepribadiannya, meliputi:
1. Baby Boomers (1946-1960)
Lahir
dan tumbuh di zaman yang belum modern dan minim lapangan pekerjaan saat itu,
membuat masa muda generasi Baby Boomers
memiliki sifat kompetitif. Generasi ini berorientasi pada pencapaian,
berdedikasi, dan berfokus pada karir. Mereka pun sampai disebut generasi gila
kerja, tidak suka dikritik, tetapi suka mengritik generasi muda karena
kurangnya etika kerja dan komitmen terhadap tempat kerja. Meski begitu, di
balik sifat mereka yang suka bekerja keras, mereka punya tujuan penting yakni
membahagiakan keluarganya (terutama anak-anak). Para baby boomers punya karakter setia kepada keluarga dan rela bekerja
keras asalkan keturunannya bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Tak
heran mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mandiri, dan optimis dengan
pencapaian yang mereka telah lakukan.
2. Generasi X (1961-1980)
Generasi
yang lahir pada pertengahan tahun enam puluhan hingga awal delapan puluhan ini
dibesarkan oleh orangtua (Baby Boomers)
yang gila kerja. Kondisi tersebut membuat generasi X menjadi lebih mandiri dan
mulai mencari alternatif selain pekerjaan formal yang menghabiskan banyak
waktu. Melihat kedua orang tuanya banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di
luar rumah, membuat para generasi X mulai berpikir untuk berwirausaha atau
bekerja di rumah.
3. Generasi Y (1981-1994)
Umumnya,
generasi Y (milenial) menyukai hidup
seimbang. Mereka pekerja keras tapi tetap mementingkan 'me time'. Generasi Y dikenal dapat diandalkan dalam hal
kedisiplinan dan soal pemanfaatan teknologi, generasi Y punya kepercayaan diri
yang baik dan tetap menjunjung tinggi kritik dan saran dari orang lain.
Keseimbangan gaya hidup dan pekerjaan generasi Y membuat mereka cenderung
mencari pekerjaan yang dapat menunjang gaya hidupnya dan tetap bisa melakukan
hobi yang mereka suka. generasi yang lebih dikenal sebagai milenial ini punya
passion yang besar dan sangat kreatif untuk membuat passion mereka menjadi
sumber penghidupan. Mereka suka bekerja, suka berpetualang dan penuh gairah
untuk melakukan hobi yang menjadi bagian penting dan pertumbuhan dan
perkembangan pribadi generasi ini.
4. Generasi Z (1995-2010)
Generasi
ini merupakan peralihan dari generasi Y. Dengan perkembangan teknologi yang
semakin berkembang di generasi ini, membuat mereka sangat bergantung pada
teknologi, gadget, dan aktivitas di media sosial. Bahkan mereka lebih
memprioritaskan popularitas, jumlah followers
dan like. Dalam hal konsumsi media
sosial, generasi milenial
menghabiskan rata-rata enam sampai tujuh jam per minggu di media sosial,
sedangkan 44 persen dari Gen Z memeriksa media sosial mereka setidaknya setiap
jam, ketergantungan teknologi khususnya sosial media membuat mereka suka dengan
hasil instan dan cepat, cenderung keras kepala, dan selalu terburu-buru. Meski
begitu, generasi ini suka dengan tantangan baru namun haus akan pujian. Aktivitas
sosial dan bergaul menjadi favorit mereka sehingga tak mereka rela mengeluarkan
banyak uang untuk bersenang-senang.
5. Generasi Alpha (2011-Sekarang)
Lahir di zaman dengan
teknologi yang berkembang pesat. Sejak dini mereka sudah familiar dengan gadget seperti
smartphone atau laptop. Anak-anak
Alpha akan tumbuh dengan gadget di
tangan sampai-sampai tidak pernah bisa hidup tanpa smartphone. Situasi ketergantungan teknologi pada generasi Alpha
membuat generasi ini menjadi paling transformatif dibandingkan generasi-generasi
sebelumnya. Namun di balik kelebihan anak generasi Alpha, mereka sangat
membutuhkan peran dan kasih sayang orang tua. Butuh strategi khusus untuk
mendidik anak yang terlahir pada generasi ini agar mereka tumbuh menjadi anak
yang mahir dengan teknologi tapi tetap menghargai nilai-nilai kekeluargaan.



Komentar
Posting Komentar